Selasa, 16 Februari 2010

Jepang Kembangkan Baterai Tahan 20 Tahun

Selasa, 9 Februari 2010 - 08:10 wib
text TEXT SIZE :
Share
Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Ilustrasi (Foto: Ist)

TOKYO - Kebutuhan baterai yang mampu bertahan sangat lama untuk perangkat mutimedia yang kian canggih sangat dibutuhkan di era saat ini, dan nampaknya itu akan segera terpenuhi dalam waktu dekat.

Ya, sebuah perusahaan di Jepang tengah mengembangkan sebuah baterai jenis Lithium yang mampu bertahan hingga 20 tahun lamanya, walaupun digunakan untuk keadaan seekstrim apapun. Perusahaan pengembangan dan riset bernama Eamex ini mengklaim akan menciptakan baterai dengan daya tahan 10 ribu kali dicash, yang mampu bertahan sangat lama.

Dilansir melalui blog Kicking Tires, serta dikutip News Now, Selasa (9/2/2010), para peneliti di Eamex ini telah berhasil menggunakan beberapa teknik seperti proses stabilisasi dari elektroda baterai. Hal ini menempatkan tekanan yang pada timah pada baterai berkurang, sehingga membuat ikatan yang baik dengan partikel untuk memperlambat proses kerusakan.

Proses tersebutlah yang membuat baterai jenis litihum tersebut akan awet, bahkan hingga 20 tahun lamanya. Para peneliti tersebut menjanjikan baterai yang mereka buat mampu menghasilkan baterai yang berlangsung daya tahannya hingga 10 kali lebih lama daripada baterai terbaru.

Sayangnya teknologi Eamex dirancang untuk baterai yang melakukan tugas-tugas berat, seperti yang digunakan dalam mobil listrik. Tetapi bukan tidak mungkin dapat digunakan untuk hal-hal yang lebih kecil seperti ponsel, laptop dan MP3 player. (tyo)

»»  READMORE...

Read More..

iPad Sepi Peminat?

Selasa, 9 Februari 2010 - 13:56 wib
text TEXT SIZE :
Share
Sarie - Okezone
Hasil riset Retrovo atas ketertarikan konsumen akan iPad

WASHINGTON - Kemunculan tablet besutan Apple, iPad ternyata tidak mampu menghipnotis banyak orang untuk memilikinya. Sebuah survei menemukan, hanya sedikit orang yang serius membeli iPad.

Sekira 9 persen responden mengaku sangat berminat membeli iPad. Angka ini menurun cukup signifikan dari waktu sebelumnya, ketika iPad masih menjadi rahasia Apple.

Dilansir melalui The Next Web, Selasa (9/2/2010), temuan dari perusahaan riset bernama Retrovo ini ternyata cukup mengejutkan. Retrovo mencoba mencari tahu seberapa besar minat konsumen terhadap perangkat terbaru dari Apple ini. Pada bulan-bulan sebelum iPad diluncurkan, sekira 19 persen konsumen mengaku ingin membeli iPad. Namun angka konsumen yang berminat tersebut menurun menjadi hanya 9 persen saja.

Yang cukup menarik, persentase responden yang telah mengetahu perangkat tersebut tapi tidak berniat sama sekali untuk membelinya ternyata meningkat dua kali lipat. Pada bulan-bulan sebelumnya, saat iPad belum diperkenalkan, responden yang tidak berniat membeli iPad hanya sekira 26 persen. Namun ketika Steve Jobs mulai memperkenalkan iPad, persentase tersebut naik menjadi 52 persen.

Satu-satunya persentase yang mengalami penurunan, sejak iPad belum dimunculkan dan sesudahnya, adalah tentang responden yang mengetahui pamor iPad. Pada bulan sebelum diluncurkan, hanya sekira 35 persen responden yang tidak tahu dan tidak tertarik dengan iPad. Angka tersebut turun menjadi 18 persen setelah Steve Jobs memperkenalkan iPad. (srn)

»»  READMORE...

Read More..

Apple Dikeroyok Operator

Selasa, 16 Februari 2010 - 15:52 wib


Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
App Store

CALIFORNIA - Sejatinya antara penyedia perangkat handset dengan operator terjalin hubungan yang sangat erat. Namun tidak demikian apa yang dialami Apple, sejumlah operator membuat sekutu untuk menyerang perusahaan tersebut.

Tidak kurang dari 24 operator tergabung dalam sebuah wadah untuk mengikrarkan diri untuk melawan dominasi Apple di segmen aplikasi ponsel. Di antara operator itu tersebutlah nama AT&T, China Mobile, Orange, Vodafone dan Singtel. Mereka menilai toko aplikasi Apple App Store, tidak memberikan keuntungan sepadan buat mereka.

Pasalnya, selama ini App Store telah berhasil menyedot miliaran unduhan di App Store dari pengguna iPhone dan iPod, namun sayangnya timbal balik yang dirasakan oleh operator tidak lebih dari layanan data internet saja. Para operator itu tentunya berharap bisa mendapatkan keuntungan yang lebih.

"Ini suatu berita yang mengejutkan sekaligus menggembirakan, sebab sudah saatnya operator meningkatkan kerjasama yang lebih dari sekedar penyedia internet bagi handset semata saja," terang Kepala wadah industri operator GSMA Rob Conway, seperti yang dikutip Cellular News, Selasa (16/2/2010).

"Apalagi saat ini terdapat banyak toko aplikasi dari beragam platform mulai dari oko aplikasi untuk Windows Mobile dengan Microsoft Marketplace, BlackBerry App World, Google dengan Android Market, Samsung Bada dan Nokia melalui Ovi-nya," tambahnya.

Nantinya diharapkan, komunitas tersebut juga akan memberikan kemampuan pada pembuat aplikasi dari suatu platform agar dapat menjangkau handset yang ditawarkan di platform lainnya.

Para pengamat juga menyebutkan variasi yang luas dari platform itu tidak akan bisa bertahan dengan satu toko saja, oleh karena itu pengembang harus membuat berbagai macam versi aplikasi untuk beragam platform. Dan tugas operator untuk mewadahi itu.

Hingga kini, belum ada tanggapan dari Apple terkait rencana para operator yang akan 'mengeroyok' perusahaanya tersebut. App Store sendiri menjadi toko dengan aplikasi terbanyak di dunia. (tyo)

»»  READMORE...

Read More..
Cute Tan Bow Tie Pointer